Senin, 20 Juli 2009

Masyarakat Perlu Waspada, Pneumonia Pembunuh Balita Terbesar Di Dunia

Yogyakarta,19 Juli 2009 - Angka kematian bayi dan balita di Yogyakarta ternyata masih cukup tinggi. Penyebab utama kematian bayi dan balita tersebut dikarenakan adanya Infeksi respiratori akut dimana didalamnya termasuk Pneumonia, demikian diungkap dr. Roni Naning,SpA-K Ketua IDAI Cabang Yogyakarta yang juga spesialis anak konsultan respitologi RSUP Dr Sardjito / FK UGM dalam acara Advokasi terhadap pencegahan Penyakit Pneumokokus yang diselenggarakan oleh Asian Strategic Alliance for Pneumococcal Disease Prevention (ASAP) di Hotel Melia Purosani pada Sabtu (18/7).

Data yang ada di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta pada tahun 2008, lanjut dr. Roni diketahui bahwa dari semua penyakit saluran pernafasan yang dirawat, tercatat penyakit pneumonia sebanyak 38 % dan 8,9 % diantaranya meninggal dunia, angka ini sebenarnya masih dibawah angka Nasional. Sedangkan bayi dan anak-anak usia antara 2 bulan sampai 23 bulan merupakan golongan yang rentan terhadap pneumonia ungkapnya.

Melihat data tersebut, dr. Soeroyo Machfudz,SpA(K),MPH, Pakar tumbuh kembang anak FK UGM / RSUP Dr Sardjito ini mengatakan bahwa Pneumonia bukan penyakit turunan melainkan penyakit infeksius. Penyakit ini sangat berbahaya karena merupakan penyakit infeksi pada paru yang sangat serius dan bisa dilakukan pencegahan dengan pemberian ASI yang adekuat dengan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, pemenuhan nutrisi yang baik dan pola hidup yang sehat serta pemberian Imunisasi tepat waktu. “Imunisasi ini dapat memberikan perlindungan paling tidak 80 % dari kemungkinan terkena infeksi streptoccus pneumonia,” tegasnya.

Sementara itu dr. Amalia Setyati,SpA, dokter spesialis anak RSUP Dr Sardjito mengungkapkan bahwa memang vaksinasi untuk Pneumonia saat ini masih mahal sekitar 800 ribu, namun demikian jika terserang Pneumonia dalam katagori berat bisa menghabiskan dana lebih dari 50 juta, sehingga jika masyarakat melakukan antisipasi tentunya akan lebih baik, “Biaya untuk vaksin Pneumonia ini memang masih mahal, berkisar 800 ribu namun demikian alangkah baiknya mencegah dari pada mengobati, hal ini dikarenakan biaya pengobatan yang dikeluarkan akan lebih banyak lagi, bisa sampai 3 kali lipat lebih,” paparnya.

Acara Advokasi yang diselenggarakan oleh Asian Strategic Alliance for Pneumococcal Disease Prevention (ASAP) tersebut bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia Cabang Yogyakarta dan diikuti oleh 250 dokter anak, sementara itu ditempat itu secara terpisah ASAP juga menggelar symposium untuk awam. (banu/07)

1 komentar:

  1. mohon bantuan bapak agar bisa memberikan alamat dokter Roni Naning sehingga sya bisa mewawancarai dokter secara langsung soalx saya sudah pergi ke RS Sarjito namun prosedur untuk bertemu dokter Roni sangat rumit dan membuthkan waktu lama.....saya mohon bantuan bapak!!terima kasih sebelumnya....

    BalasHapus