Senin, 19 September 2011

WASPADAI PENYAKIT ALZHEIMER SELAMATKAN OTAK ANDA DARI ALZHEIMER

Menyambut hari Alzheimer Dunia, 21 September :

Kenapa penyakit Alzheimer harus diwaspadai? Alzheimer adalah penyakit degeneratif yang menyebabkan kerusakan sel sel otak dan kematian sel sel otak dalam jumlah besar, dimana sel sel otak menjadi hancur seperti bubur membentuk plak-plak yang menyebabkan penderitanya menjadi pikun, tidak berdaya, tidak mengenal lingkungannya lagi, tidak bisa merawat dirinya sendiri dan menjadi beban keluarga. Tema pikun harus diperkenalkan kepada masyarakat bahwa pikun adalah “penyakit”. Lansia sehat tidak pikun. Slogan “Waspadai Penyakit Alzheimer” di harapkan dapat meningkatkan kepedulian dan memotivasi masyarakat mampu mewaspadai serta mengenali gejala awal kemunduran fungsi otak. Kerusakan sel sel otak pada calon penyandang Alzheimer bisa dimulai pada umur 40 tahun terutama pada penderita diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi. Penyakit Alzheimer ini lambat laun menyebabkan kerusakan otak yang serius terutama pada hipokampus yaitu bagian otak pusatnya memori yang diikuti bagian otak lainnya, menyebabkan volume otak berkurang, otaknya mengecil atau kisut. Laporan dari Brodaty (2002) professor psikogeriatri dari UNSW, Indonesia diperkirakan tahun 2030 terjadi peningkatan 300% penyandang kepikunan di banding tahun 1990. Salah satu penyumbang terbesarnya adalah diabetes yang tidak terkontrol berisiko 3 kali menjadi penyandang Alzheimer. Di klinik memori. dalam 1 bulan antara 1-3 pasien baru Alzheimer. Kepikunan pada Alzheimer bukan bagian dari proses penuaan normal, tetapi penyakit yang bisa didiagnosis oleh dokter. Laporan dari banyak penelitian rata-rata perkiraan hidup 8-10 tahun setelah terdiagnosis, bahkan ada yang sampai 20 tahun. Siapa lagi yang berisiko terkena penyakit Alzheimer ? yaitu jika ada faktor keturunan tetapi kontribusinya hanya 7%, juga seseorang yang pernah cidera kepala, orang dengan pendidikan rendah apalagi tidak pernah belajar
Mewaspadai jika menemukan gejala Alzheimer. Pada tahap awal penyakit, gejala yang terlihat adalah mudah lupa terutama lupa dalam hal meletakkan barang, nama orang, lupa janji, kesulitan belajar hal baru dan mengingat hal baru, dan mudah lelah. Pada tahap lanjut perkembangan penyakitnya semakin pelupa, perawatan diri kurang, bingung, gangguan perilaku, sering kesasar, kesulitan berkomunikasi, meninggalkan hobi, mengundukan diri dari pergaulan sosial. Pasien menjadi tidak mandiri karena aktivitas hariannya menurun termasuk kemampuan mengelola keuangan, memutuskan masalah, kemampuan berpikir. mulai mengembara di malam hari sampai pada akhirnya penderita tinggal di tempat tidur tidak berdaya, kemampuan berpikir otak sudah sangat menurun. Buang air besar dan kecil di tempat tidur dan sepenuhnya dalam perawatan sanak saudaranya. Mengenal dini penyakit Alzheimer sangatlah penting dan bernilai karena bisa dilakukan usaha-usaha untuk memaksimalkan kualitas hidup pasien, dijaga selama mungkin kemandirian pasien mencegah biaya tinggi, meminimalisir stress dan beban yang ditanggung keluarganya. Bagaimana jika di antara keluarga anda ada yang menderita AD? konsultasikan ke dokter yang merawatnya atau ke klinik memori di RSUP dr Sardjito telp: (0274) - 631195, 587333 ext. 456 untuk dilakukan penanganan. Asosiasi Alzheimer Indonesia (AAzI) cabang jogja dapat membantu memberikan penjelasan, pendampingan dan akses yang mudah dalam membantu keluarga merawat pasien.

sumber : Dr. Astuti Sp.S (K)
Ahli Saraf, konsultan Neurobehavior
Klinik Memori, RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta